ehmm… di semester 6 ini gw bareng teman-teman sejurusan udah mulai mencari-cari tema dan tempat KP alias Kerja Praktek. Dalam masa pencarian tema, gw cukup tertarik ama topik Quality Control atau QC. Dalam QC sendiri, kita akan seirng ketemu dengan istilah SIX SIGMA (6σ) … Apa itu Six Sigma? kalo dari katanya sendiri kita bisa menguraikan menjadi dua unsur kata; six yang berarti enam dan sigma yang merupakan simbol dari standar deviasi.
jadi apa itu 6σ ? sebelumnya gw mau cerita nih tentang sejarahnya. ehm 6σ dimulai oleh Motorola tahun 1980-an yang dimotori oleh seorang engineer yaitu Bill Smith dengan menggunakan statistics tools yang dipadukan oleh ilmu manajemen menggunakan financial metrics yaitu ROI (Return of Investment) sebagai salah satu matriks alat ukur dari quality improvement process. kemudian konsep ini terus dikembangkan menjadi metode yang lebih lanjut dan mendapatkan sambutan luas baik dari Motorola sendiri maupun dari perusahaan lainnya.
Six sigma merupakan suatu metodologi yang terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi dari proses sekaligus mengurangi cacat dengan menggunakan statistik problem solving tools secara intensif. Menurut Peter Pande dalam bukunya The Six Sigma Way : Team Fieldbook, ada 6 komponen utama konsep Six Sigma dalam strategi bisnins:
1. Benar-benar mengutamakan pelanggan; ya seperti yang kita semua tahu kalau pelanggan bukan hanya seorang pembeli tapi juga menjadi rekan kerja kita, team yang menerima hasil kerja kita, pemerintah, masyarakat umum pengguna jasa, dll
2. Manajemen yang berdasarkan data dan fakta; jadi bukan berasal dari opini atau pendapat yang tanpa dasar
3. fokus pada proses, manajemen , dan perbaikan; Six Sigma itu sendiri cukup tergantung pada kemampuan kita untuk mengerti proses yang dipadu dengan manajemen yang bagus untuk melakukan perbaikan
4. Manajemen yang proaktif; peran pemimpin dan manajer sangat penting dalam mengarahkan keberhasilan dalam melakukan perubahan
5. Kolaborasi tanpa batas; kerja sama antar tim yang harus mulus
6. Selalu mengejar kesempurnaan
Konsep dasar Six Sigma itu merupakan perkembangan yang diambil dari TQM (Total Quality Managment) dan Statistical Process Control (SPC) dan dapat dikatakan juga bahwa Six Sigma merupakan suatu hasil evolusi akhir dari Quality Improvement yang telah berkembang sejak tahun 1940-an.
Six Sigma itu sendiri merupakan suatu metode yang sangat terstruktur yang terdiri dari 5 tahapan yang sering disingkat dengan DMAIC, yaitu :
1. Define; disini masalah diidentifikasi, mendefenisikan spesifikasi pelanggan, dan menentukan tujuan (pengurungan cacat/biaya dan target waktu)
2. Measure; disini merupakan tahap untuk memvalidasi permasalahn, menguku/ menganalisi permasalahn dari data yang ada
3.Analyze; menentukan faktor-faktor yang paling mempengaruhi process, artinya mencari satu atau dua faktor yang diperbaikai maka akan berpengaruh secara signifikan pada proses yang ada
4. Improve; di tahap ini akan didiskusikan ide-ide untuk memperbaiki sistem berdasarkan analisa yang telah dilakukan terlebih dahulu, melakukan suatu percobaan untuk melihat hasilnya, dan biasanya jika baik maka dibuatlah SOPnya atau Standard Operating Procedure.