Lolytasilvia’s Weblog

juSt tRy tO maNagE yOur kNowLedgE

jAtuh LaGi… LaGi-lAgi ku jATuH…. March 31, 2008

Filed under: sERbA-sERbi — lolytasilvia @ 7:42 am

kalo, ngelihat judulnya mungkin lo yang lagi ngebaca ngiranya serius… tapi sebenarnya ni cerita konyol gw…^^ Suatu hari seorang teman datang kepada gw and she asked me for a help… Karena dia sohib gw ya terang aja gw bantu… Apalagi ni bantuan buat tugas kuliahnya…

Jadi gini, dia minta tolong gw untuk jadi orang yang berperan dalam penelitian dia. Mereka sedang meneliti mengenai reaksi orang-orang sekitar, apakah ada yang mempengaruhi ato enggak…. Bingung?

ya…. Gini, intinya gw diminta untuk pura-pura jatuh trus mereka (para anak psikologi..) akan meneliti orang-orang disekitar gw. Yang mau mereka teliti adalah reaksi orang-orang ketika gw jatuh dengan 2 pengkondisian :

1. dikondisikan gw sedang jalan sendiri dengan membawa buku-buku yang banyak dan akan ”terjatuh” ditengah-tengah keramaian (yang pada saat itu mengambil MARGO CITY sebagai tempat kejadian ^o^). Mereka bakalan melihat reaksi sekitar, apakah  orang-orang tersebut akan menolong gw atau bakalan terpengaruh kepada orang-orang disekitar

2. dikondisika gw sedang jalan dengan ”pemeran” yang lain, nanti pas gw jatuh ”pemeran” yang lain itu harus tertawa tepatnya ngetawain gw. Nah mereka pengen ngelihat reaksi orang-orang disekitar  apakah akan terpengaruh dan ga jadi nolongin atau gimana?

 ya sudah, gw pun menjalankan perintah tersebut… Pertama-tama gw jatuh, ya seperti yang bisa kita bayangkan semua buku-buku (yang berat bgt) jatuh ke lantai dan hp gw yang aturannya ga mau dijatuhin jadi ikut2an jatuh ampe lepas baterainya…T_T. Yah sudah, melihat itu kontan orang-orang disekitar gw datang menolong gw dengan berbagai ucapan.. “hati-hati dek”, “aduh sakit ya mbak?”, “lagi sakit ya mbak?”. Melihat keramaian tersebut datanglah seorang satpam dan berkata “aduh mbak lagi sakit ya..”. Ya udah gw pun mengucapkan terimakasih. sukses buat skenario satu…

 skenario yang kedua pun dijalankan, kali ini mengambil tempat di samping Bread Talk (di MARGO CITY juga), gw pun menjalankan skenario seperti sebelumnya tapi sekarang ada orang ketiga yang ngetawain gw… yah orang tersebut pun mempengaruhi yang lain soalnya ada yang ketawa ngelihat gw jatuh tapi ada yang nolongin juga sih… But guess what?!!! Pak satpam yang tadi nolongin gw juga ada di situ, kontan dia langsung bilang “mbak, bener-bener lagi sakit ya? Dari tadi jatuh mulu… Sini mbak istirahat dulu, ini ada minyak kayu putih, (bla…bla…bla)”. Gila gw malu banget di situ, karena ga tahan lagi ya gw pun langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada pak satpam, dan dia pun hanya bisa tertawa…

malu banget sebenarnya… tapi ya sudah, namanya nolongin teman….

n_n 

 

wiMAX March 5, 2008

Filed under: tEchNoloGy — lolytasilvia @ 3:00 am

Sekarang ini mungkin kita sudah sangat mengenal system WiFi (Wireless Fidelity) atau sering disebut dengan (Wireless Local Area Network), yang sudah menjamur dimana-mana dan sudah biasa digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat (sekarang ini juga gw make WiFi ^^). Penggunaan jaringan WiFi tersebut telah banyak dipakai oleh perusahaan ataupun individu untuk jaringan privat maupun hotspot (public). Penggunaannya juga semakin menjamur keitka computer, notebook, PDA, dan handphone juga telah dilengkapi dengan interface WiFi di dalamnya. Ditambah dengan harga yang sangat terjangkau, maka penyebarannya menjadi sangat cepat.

Namun sekarang ini telah muncul perkembangan baru yaitu system WiMAX (Wireless Interoperability for Microwave Access)m suatu system yang mirip dengan WiFi.  WiMAX sendiri merupakan sebuah standard baru (IEE 802.16) yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), yang memungkinkan dipergunakan pada berbagai keperluan, diantarnya konektifitas jarak jauh untuk rumah-rumah, bisnis dan backhaul wireless hotspot. Dengan adanya WiMAX itu memungkinkan 5 milyar manusia dapat saling berhubungan setiap waktu. Ya, membuat jarak tidak menjadi masalah lagi untuk berkomunikasi.  Nah, satu hal yang paling menarik dalam pengembangan standar WiMAX ini sendiri adalah tumbuhnya popularitas bandwidth tanpa lisensi. Sementara operator seluler membayar satu milliard dolar untuk band selebar 5MHz, band tanpa lisensi menawarkan ribuan Mhz tak perlu membayar. Sebagai biaya bandwidth, tentu saja diteruskan kepada pemakai akhir, yaitu pemakai telepon seluler. Operator seluler akan menagihkan ratusan dolar untuk sejumlah waktu percakapan setiap bulannya. Sebaliknya, WiMAX merupakan sesuatu yang lebih baik untuk pengiriman dan pemakaian bandwidth tanpa batas membuat networking broadband wireless jauh lebih ekonomis disbanding dikirim melalui infrastruktur seluler.

                                                 WiFi 802.11         WiMax 802.16a          Mobile-Fi 802.20       Cellular

Spedd :                                    6-54 Mbps               70Mpbs                       16Mpbs                  2Mbps

Band :                                     Unlicensed                Both                           Licensed             Licensed

Coverage :                                50-1500ft               2-30Miles                    3-6 Miles                 1-3Miles

     

Beberapa aplikasi yang bisa dicapai dengan memanfaatkan WiMAX adalah sebagai berikut :

- Aplikasi Backhaul

Untuk aplikasi backhaul maka WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain.

Backhaul WiMAX

Dalam konteks WiMAX sebagai backhaul dari WiMAX aplikasinya mirip dengan fungsi BTS sebagai repeater yang bertujuan untuk memperluas jangkauan dari WiMAX.

Backhaul Hotspot

Pada umumnya, hotspot banyak menggunakan saluran ADSL sebagai backhaul-nya untuk menyambungkan ke sisi koneksi internet. Dengan keterbatasan jaringan kabel,  maka WiMAX juga bisa dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot.

Backhaul Teknologi Lain

Sebagai backhaul teknologi lain, WiMAX dapat digunakan untuk backhaul seluler. Gambar berikut mengilustrasikan WiMAX untuk menghubungkan MSC/BSC ke BTS seluler.

- Akses Broadband

WiMAX dapat digunakan sebagai ”Last Mile” teknologi untuk melayani kebutuhan broadband bagi pelanggan. Dengan kemampuan lebih di sisi QoS (Quality of Service) maka WiMAX dapat dimanfaatkan untuk melayani pelanggan perumahan maupun bisnis dengan service yang berbeda.

- Personal Broadband

WiMAX sebagai penyedia layanan personal broadband, dapat dibedakan menjadi 2 pangsa pasar yaitu yang bersifat nomadic dan mobile. Gambaran detilnya sebagai berikut :

·  Nomadic

Untuk solusi nomadic, maka biasanya tingkat perpindahan dari user WiMAX tidak sering dan kalaupun pindah dalam kecepatan yang rendah. Perangkatnya pun biasanya tidak sesimpel untuk aplikasi mobile.

·  Mobile

Untuk aplikasi mobile, maka  user WiMAX layaknya menggunakan terminal WiFi seperti notebook, PDA atau smartphone. Perpindahan/tingkat mobilitasnya sama dengan WiFi. Bedanya kalau menggunakan WiMAX maka digunakan WiMAX card yang dipasang di terminal. Gambar 2. mengilustrasikan WiMAX untuk aplikasi mobile.

Hmmmm… enak juga ya, kalu di jurusan udah pake WiMAX…

Pasti dahsyat deh kecepatannya…..^^

 

jOHn NAsh – bEauTifuL mInD March 4, 2008

Filed under: sERbA-sERbi — lolytasilvia @ 4:07 am

John F. Nash, Jr.Ya, kemaren gw diajakin teman gw anak psychology nonton film A Beautiful Mind, sebuah kisah based on true story, yang menceritakan seorang ahli matematika , John Forbes  Nash, yang menderita penyakit Schizophrenia. Nash sendiri merupakan seorang peraih hadiah Nobel di bidang Ekonomi (1994).  Setelah nonton filmnya, gw jadi tertarik nyari buat tahu tentang penyakit itu. Dalam cerita film ini, Nash mengidap sebuah penyakit yang pada awalnya tidak diketahui orang-orang di sekitarnya, schizophrenia. Jadi gw nyari tahu ni mengenai Schizoprenia dan Jhon Nash sendiri. Nash sendiri merupakan seorang ahli matematikawan Amerika Serikat yang merupakan pakar dalam teori permainan dan geometri diferensial. Nash sendiri mendapat hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1994. Tidak banyak yang tahu kalau Nash mengidap penyakit tersebut. Sejak awalnya, Nash selalu berusaha untuk menunjukkan keorisinalnya kepada semua orang, dia berusaha terus menerus mencari-cari terobosan baru untuk mencapai gelar PhD nya. Dengan segala keterpurukan   akibat penyakitnya, dia terus berjuang sehingga dia tidak hanya mendapatkan gelar PhD bahkan Nobel 1994.  Nash memenangkan Nobel atas teorinya yang sekarang cukup terkenal yaitu “Konsep Keseimbangan dalam Game Theory” yang terus dikembangkan hingga sekarang ini.

teori tersebut bermula ketika John Nash pergi bersama-sama dengan teman-temannya dan bertemu dengan sekelompok wanita cantik dan ada satu yang paling cantik. Ia membayankan bahwa teman-temannya yang laki-laki akan mendekati si cewek yang paling cantik itu. akibatnya, mereka akan bersaing satu sama lain, sementara teman-teman si cewek yang paling cantik tersebut tidak akan kebagian pasangan. Jika kemudian teman-teman John Nash tersebut gagal mendapatkan si cewek tersebut maka mereka akan berpaling kepada teman-temannya, tapi mereka juga akan gagal karena teman-teman si cewek itu juga tidak akan mau jadi pilihan kedua. satu-satunya adalah dengan mengabaikan atau mengeliminasi si cewek tercantik tersebut sehingga dengan demikian teman-temannya Nash akan mendapatkan pasangan masing-masing. dengan inspirasi ini, John Nash kemudian mengembangkan teori yang kemudian dikenal dengan “Game Theory” yang telah diterapkan di berbagai bidang baik ekonomi, biologi, informatika, politik, sosial, filosofi, dan lainnya.

Namun dalam perjalanan hidupnya Nash sendiri mengidap penyakit yang menyerang kejiwaannya yaitu Schizoprenia, yang membuatnya tidak dapat membedakan mana keadaan ralita mana delusi dia sendiri. Pada imajinasinya tersebut dia memiliki 3 orang yang terus menghantui kehidupannya. Awalnya Nash menentang bahwa dirinya terkena penyakit tersebut namun ditengah-tengah kedelusiannya tersebut dia masih bisa berpikir dengan logika. Dia memperhatikan bahwa orang-orang yang ada di dalam imajinasinya itu tidak bertambah tua sementara dirinya bertambah tua, oleh karena itu dia menyadari ada keanehan dalam dirinya. Wah.. sungguh hebat banget Nash, ditengah kegalauannya, logikanya masih dapat bekerja…. Sehingga menyetujui untuk  dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan anti depresan mudah diperoleh. Cara kerja terapi ini yaitu mengalirkan arus listrik berdaya sangat rendah ke otak yang cukup untuk menghasilkan kejang yang mirip dengan kejang epileptik. Kejang inilah yang menjadi terapetik bukan arus listriknya. Sebelum dilakukan ECT pasien disuntikkan insulin sebagai pelemas otot yang akan mencegah spasme konvulsif otot-otot tubuh dan kemungkinan cedera. Efek samping penggunaan ECT adalah kelupaan atau gangguan memori. Efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, John Nash menjalani perawatan di rumah dengan Obat Psikoterapetik. Obat ini harus terus diminum secara teratur oleh penderita skizofrenia. Meskipun obat ini tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, namun obat – obat antipsikotik akan membantu penderita untuk menghilangkan halusinasi dan konfusi, serta memulihkan proses berpikir rasional. Cara kerja obat – obat antipsikotik yaitu menghambat reseptor dopamin dalam otak. Efek dari pemakaian obat tersebut yaitu : Sulit berkosentrasi, menghambat proses berpikir, tidak memiliki gairah seksual. Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah), dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi stressor bagi penderita.

Sampai saat ini Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.

Namun hal yang dapat di ambil yaitu semangat Nash sendiri dalam menangani keterpurukannya, kerendahan dirinya, dan lainnya dan tetap bisa bangkit dan menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi dunia.