Ya, kemaren gw diajakin teman gw anak psychology nonton film A Beautiful Mind, sebuah kisah based on true story, yang menceritakan seorang ahli matematika , John Forbes Nash, yang menderita penyakit Schizophrenia. Nash sendiri merupakan seorang peraih hadiah Nobel di bidang Ekonomi (1994). Setelah nonton filmnya, gw jadi tertarik nyari buat tahu tentang penyakit itu. Dalam cerita film ini, Nash mengidap sebuah penyakit yang pada awalnya tidak diketahui orang-orang di sekitarnya, schizophrenia. Jadi gw nyari tahu ni mengenai Schizoprenia dan Jhon Nash sendiri. Nash sendiri merupakan seorang ahli matematikawan Amerika Serikat yang merupakan pakar dalam teori permainan dan geometri diferensial. Nash sendiri mendapat hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1994. Tidak banyak yang tahu kalau Nash mengidap penyakit tersebut. Sejak awalnya, Nash selalu berusaha untuk menunjukkan keorisinalnya kepada semua orang, dia berusaha terus menerus mencari-cari terobosan baru untuk mencapai gelar PhD nya. Dengan segala keterpurukan akibat penyakitnya, dia terus berjuang sehingga dia tidak hanya mendapatkan gelar PhD bahkan Nobel 1994. Nash memenangkan Nobel atas teorinya yang sekarang cukup terkenal yaitu “Konsep Keseimbangan dalam Game Theory” yang terus dikembangkan hingga sekarang ini.
teori tersebut bermula ketika John Nash pergi bersama-sama dengan teman-temannya dan bertemu dengan sekelompok wanita cantik dan ada satu yang paling cantik. Ia membayankan bahwa teman-temannya yang laki-laki akan mendekati si cewek yang paling cantik itu. akibatnya, mereka akan bersaing satu sama lain, sementara teman-teman si cewek yang paling cantik tersebut tidak akan kebagian pasangan. Jika kemudian teman-teman John Nash tersebut gagal mendapatkan si cewek tersebut maka mereka akan berpaling kepada teman-temannya, tapi mereka juga akan gagal karena teman-teman si cewek itu juga tidak akan mau jadi pilihan kedua. satu-satunya adalah dengan mengabaikan atau mengeliminasi si cewek tercantik tersebut sehingga dengan demikian teman-temannya Nash akan mendapatkan pasangan masing-masing. dengan inspirasi ini, John Nash kemudian mengembangkan teori yang kemudian dikenal dengan “Game Theory” yang telah diterapkan di berbagai bidang baik ekonomi, biologi, informatika, politik, sosial, filosofi, dan lainnya.
Namun dalam perjalanan hidupnya Nash sendiri mengidap penyakit yang menyerang kejiwaannya yaitu Schizoprenia, yang membuatnya tidak dapat membedakan mana keadaan ralita mana delusi dia sendiri. Pada imajinasinya tersebut dia memiliki 3 orang yang terus menghantui kehidupannya. Awalnya Nash menentang bahwa dirinya terkena penyakit tersebut namun ditengah-tengah kedelusiannya tersebut dia masih bisa berpikir dengan logika. Dia memperhatikan bahwa orang-orang yang ada di dalam imajinasinya itu tidak bertambah tua sementara dirinya bertambah tua, oleh karena itu dia menyadari ada keanehan dalam dirinya. Wah.. sungguh hebat banget Nash, ditengah kegalauannya, logikanya masih dapat bekerja…. Sehingga menyetujui untuk dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan anti depresan mudah diperoleh. Cara kerja terapi ini yaitu mengalirkan arus listrik berdaya sangat rendah ke otak yang cukup untuk menghasilkan kejang yang mirip dengan kejang epileptik. Kejang inilah yang menjadi terapetik bukan arus listriknya. Sebelum dilakukan ECT pasien disuntikkan insulin sebagai pelemas otot yang akan mencegah spasme konvulsif otot-otot tubuh dan kemungkinan cedera. Efek samping penggunaan ECT adalah kelupaan atau gangguan memori. Efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, John Nash menjalani perawatan di rumah dengan Obat Psikoterapetik. Obat ini harus terus diminum secara teratur oleh penderita skizofrenia. Meskipun obat ini tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, namun obat – obat antipsikotik akan membantu penderita untuk menghilangkan halusinasi dan konfusi, serta memulihkan proses berpikir rasional. Cara kerja obat – obat antipsikotik yaitu menghambat reseptor dopamin dalam otak. Efek dari pemakaian obat tersebut yaitu : Sulit berkosentrasi, menghambat proses berpikir, tidak memiliki gairah seksual. Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah), dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi stressor bagi penderita.
Sampai saat ini Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.
Namun hal yang dapat di ambil yaitu semangat Nash sendiri dalam menangani keterpurukannya, kerendahan dirinya, dan lainnya dan tetap bisa bangkit dan menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi dunia.
hmm.. just 4 ur information, temen anak psikologi yang Loly maksud tu gw..
film Beautiful Mind emang lumayan oke n insightful.. tapi jangan lupa namanya juga film kan ada dramatisasi..
ada cukup banyak perbedaan cerita antara John Nash asli dengan John Nash film. John Nash film adalah seorang yang introvert, penyendiri, asosial, pendiam dll. sementara Nash asli adalah seorang pemarah, tukang maen cewe (pas di rumah sakit dy malah menghamili suster yang bekerja di sana). trus kalo di film isterinya terus mendampingi Nash sampai tua, sementara aslinya mereka sempat cerai dan isterinya balik waktu Nash dapat Nobel. lagi, di film Nash ngasi kata sambutan gitu kan pas dapat Nobel, sementara aslinya tu gak ada karena yg dapat Nobel gak cuma dy. oya, inget ‘pemberian pulpen tanda prestasi seumur hidup’? aslinya tu juga gak ada..
well, kayaknya appreciation lebih oke kalo diberikan buat film daripada buat John Nash sendiri.. hehe..
@NHIUNG
aOO niung alias Nia yey???koreksi klo gua salah yoo…koment ke blogkuw yuah…HEHEHEHHEHE[minta gtu]
@loly
huahh klo tau knyataanny dr nhiung gua jd kagak respek sama klakuan john nash i2…tp oke maklumlah ya…kenyataan itu menegur kita juga,toh ORANG PINTAR juga BUKAN MANUSIA SEMPURNA,Tuhan i2 ADIL yak…beruntung gue BLOON [nahloh?????:P]keep sharing blog,say…prinsip blogger:”I comment n you comment toooooo” halah…hehehehehehehe:PGBU,yooo